Minggu, 17 November 2013

Cara Menyampaikan Berita

Minggu, 10 November 2013

Menuju Akhlak Yang Mulia

Ingat Allah..... ...kunci dari segala kesuksesan yang utama
 
Religious Myspace Comments


       Untuk menjadi santri yang sukses dunia akhirat (maksudnya didunia enak, semua kebutuhan terpenuhi, kaya raya serta berlimpah harta serta nantinya setelah mati bisa langsung masuk surga) caranya ternyata sangat mudah. diantaranya :
1. taqwa dulu kepada Alllah dengan benar
2. bekali diri dengan ilmu yang mantap
3. bekerja dengan sungguh sungguh dan serius sesuai bidangnya
4. memulai usaha sesuai kemampuan dan modal dengan serius dan sungguh-sungguh
5. ibadah dan menjalankan syariat agama dengan benar

       Dan Akhlak yang mulia merupakan inti ajaran syariat yang toleran dan kumpulan ajaran agama yang menjadi tujuan diutusnya Nabi Muhammad Shallallâhu 'Alaihi Wasallam. Karena itu jiwa ini harus dikondisikan dengan akhlak tersebut sehingga mendapatkan kebahagiaan dan patuh terhadap perintah Allâh Ta'ala.
Sesungguhnya tazkiyatun nufus (penyucian jiwa) dan membersihkannya dari setiap kotoran, juga meningkatkan pada akhlak yang mulia. Karena tazkiyatun nufus merupakan landasan dalam memulai sebuah kehidupan yang islami sesuai dengan manhaj para nabi.
      Oleh karena itu Allâh Ta'ala telah menentukan media untuk membersihkan jiwa. Dan Rasulullah telah menjelaskan media tersebut agar dapat sampai ke tujuannya. Tazkiyatun nufus sama sekali tidak memiliki cara yang khusus selain ajaran Islam itu sendiri. Hal itu dapat diterangkan lebih jelas lagi dengan 3 kaidah mulia, yaitu:

Kaidah pertama :
Meneliti seluruh syariat agama secara menyeluruh.
       Ketika kita meneliti syariat agama secara menyeluruh lalu menghubungkan dengan tazkiyatun nufus, maka kita akan menemukan bahwasanya Islam merupakan kumpulan aqidah dan hukum yang tujuan akhirnya adalah ketakwaan dan akhlak yang mulia.

Kaidah kedua :
Mengetahui sifat-sifat muttaqin (orang-orang bertakwa) yang sempurna dan mukminin (orang-orang beriman) yang ikhlas.
         Sifat sempurna bagi seorang muttaqin yang ahli dalam ibadah adalah keimanan yang mempunyai daya positif dan dinamis, persatuan yang tegak berdiri di atas dasar ketakwaan dan ibadah kepada Allâh Ta'ala, sehingga dapat mencetak satu umat yang berakhlak mulia. Jiwa yang mukmin mempunyai sifat yang ridha terhadap Islam sebagai agama dan manhaj kehidupan.

Kaidah ketiga:
Mengetahui siapakah wali (kekasih Allah) itu?
         Wali-wali Allah adalah orang-orang mukmin yang bertakwa. Makna dari takwa adalah melaksanakan semua perintah Allâh Ta'ala dan menjauhi larangan-Nya. Dengan takwa seseorang dapat mencapai akhlak yang mulia. Dengan mengetahui orang-orang mukmin yang menjadi wali Allâh, kita bisa
menjadikan orang-orang mukmin tersebut sebagai panutan dalam berakhlak.
         Sesungguhnya antara akhlak dengan aqidah terdapat hubungan yang sangat kuat sekali. Karena akhlak yang baik itu sebagai bukti dari keimanan, dan akhlak yang buruk sebagai bukti atas lemahnya iman, semakin sempurna akhlak seorang muslim berarti semakin kuat imannya. Rasûlullâh Shallallâhu 'Alaihi Wasallam bersabda:
hadist
Kaum mukminin yang paling sempurna imannya adalah yang bagus akhlaknya
dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istri-istrinya
.”
(HR.Tirmidzi)
Sungguh akhlak yang mulia itu meninggikan derajat seseorang di sisi Allâh Ta'ala, sebagaimana sabda Rasûlullâh Shallallâhu 'Alaihi Wasallam :
hadist
Sesungguhnya seseorang mukmin itu akan mendapatkan derajat orang berpuasa
dan orang yang menegakkan shalat malam dikarenakan kebaikan akhlaknya
.”
(HR. Abu Dawud)
Rasûlullâh Shallallâhu 'Alaihi Wasallam adalah orang yang paling baik akhlaknya. Allâh Ta'ala berfirman:
Qs. Al-Qalam/68: 4
Dan sesungguhnya engkau (Rasûlullâh) berbudi pekerti yang agung.
(QS. Al-Qolam: 4)
Begitu pula para sahabat, mereka adalah orang-orang yang paling baik akhlaknya setelah Rasûlullâh. Dan di antara akhlak Shalafus Shalih yaitu:
  1. Ikhlas dalam berilmu serta takut dari riya’.
  2. Jujur dalam segala hal.
  3. Sungguh-sungguh dalam menjalankan amanah.
  4. Menjunjung tinggi hak-hak Allâh dan Rasul-Nya.
  5. Lembut hatinya.
  6. Banyak berdzikir kepada Allâh Ta'ala.
  7. Tawadhu’ (rendah hati).
  8. Banyak bertaubat.
  9. Pemalu.
  10. Senantiasa menjaga lisan mereka, tidak suka menggunjing.
  11. Banyak memaafkan dan sabar.
  12. Banyak bersedekah.
Dan kebanyakan santri yang baik itu banyak mememiliki akidah maupun ahlaq, Dan biasanya selalu ingat kepada Tuhanya Yaitu Alloh SWT,,,,,
"Gabungan antara 2 sumber" :
pencet disini dan tekan disini

Kamis, 31 Oktober 2013

Darul Ihsan Juara Umum POSPEDA V

SAMARINDA-Setelah dibuka 3 Oktober lalu, kegiatan Pekan Olah Raga dan Seni Pondok Pesantren se Kota Samarinda V Selasa (9/10) ditutup kegiatannya oleh Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Samarinda H Abdul Muis, di halaman Kantor Kementrian Agama di Jl Harmonika.
Keluar sebagai juara umum dalam seleksi pekan olah raga para santri ini adalah Pondok Pesantren Darul Ihsan, yang telah berhasil mengantongi 10 medali emas, 4 perak, dan 2 perunggu. Diikuti posisi kedua Ponpes Darussa’adah dengan perolehan 5 medali emas, 3 perak dan 2 medali perunggu, sementara tempat ketika Ponpes An nur yang berhasil mengumpulkan 3 emas, dan 1 perak.
Dalam sambutannya Abdul Muis berharap kemenangan ini bisa menjadi motivasi bagi yang lain untuk dapat meraih prestasi serupa. “Selamat kepada yang juara semoga bisa menjadi wakil Samarinda pada even selanjutnya, dan kepada yang belum berhasil jangan patah semangat,” pesannya.
Lebih dari itu Muis menyampaikan pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan yang melahirkan generasi penerus yang beriman dan bertaqwa serta menguasi IPTEK, dituntut untuk senantiasa menciptakan keseimbangan antara pembinaan akademis dan non akademis, dalam hal ini memberi kesempatan seluas-luasnya bagi para santri untuk mengembangkan kreativitas dan prestasi di bidang olah raga dan seni, maupun bidang lainnya. Sehingga bisa menjadi modal bagi santri untuk masuk dunia kerja yang sesungguhnya maupun dalam berinteraksi dalam kehidupan bermasyarakat.Ini penting tambahnya karena membangun olah raga dan seni sama halnya dengan membangun generasi muda.
”Karena pemuda, olah raga dan seni ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan, sehingga pembinaan dan pengembangan perlu dilakukan secara terpadu dan kolaboratif,” katanya.
kunjungi juga FP kami:
Tags: